--> Skip to main content

Sembunyikan amalanmu ..

Para ahli ilmu selalu memberi nasehat bagus tentang menyembunyikan ibadah. Salah satunya, "Sembunyikan ibadahmu sebagaimana engkau menyembunyikan maksiyatmu.." Atau yang semisal dengan itu.

Kenapa memyembunyikan ibadah ini menjadi penting untuk dibicarakan? Karena ibadah itu rentan hangus, rentan binasa. Sebuah ibadah bisa keluar dari persembunyiannya karena ulah hati yang tidak terkendali. Ianya bergejolak karena bisikan syaithan dan hawa nafsu yang menginginkannya tampak setelah tersembunyi. Shalat malam yang sudah disembunyikan oleh Allah, akhirnya nampak pada siang harinya, "Mengemis ampunan-Mu di sepertiga malam terakhir.. 02.53." Ingin diketahui bahwa dia bangun saat itu kemudian bermunajat kepada Allah. Sama juga dengan puasa sunnah, karena pembahasannya beda degan puasa ramadhan. Sudah ditutupi amalannya seharian penuh dirusak sendiri menjelang senja. Dengan cerita yang tidak penting yang ditulis sendiri oleh pelakunya. "Alhamdulillah saat berbuka tiba juga akhirnya.." atau, "Ngabuburit cari camilan buat berbuka.." atau, "Ya Rabb alhamdulillah atas nikmat-Mu kami bisa berpuasa sekeluarga hari ini.." atau yang semisal dengan itu. Variasinya banyak. Sayangnya jika diingatkan sensi. "Riya atau enggak itu tergantung niat lah ga usah ribut," katanya.. Ini menunjukkan ketidakpahamannya tentang hakekat riya. Juga tidak paham tentang bahaya yang mengancam kehancuran amalannya. Lantas bagaimana menyembunyikan puasa ketika kita bertamu atau ditawari makanan minuman atau ditanya sedang puasa atau tidak. Banyak cara. Bisa saja dengan menolak secara halus bahwa tadi sudah makan, atau nanti saja dan seterusnya. "Apakah kamu puasa hari ini?" Bisa dijawab, "Aku ngga sahur tadi pagi." Atau, "Insyaallah pekan depan puasa." Gigih merahasiakannya. Bukan malah orang yang tadinya engga tau kalau dirinya puasa malah nyindir-nyindir, nyrempet-nyerempet dengan kalimat basa basi. Misal ditawari makanan atau minuman merespon dengan, "Sekarang hari apa?" Ya maksudnya sekarang Kamis atau Senin dan saudaranya digiring untuk berasumsi bahwa kalau Senin atau Kamis itu dia puasa sunnah. Hehe..

Sahabat sekalian.. Sembunyikan amalan baikmu sebagaimana engkau menyembunyikan amalan jelekmu. Bagimu surga.

© Abu Ubaidillah



Diantara faedah menyembunyikan amalan

Mendapat naungan Allah
“Ada tujuh golongan yang Allah naungi dalam naungan-Nya pada hari tidak ada naungan kecuali naungan-Nya. Diantaranya:

رَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لاَ تَعْلَمُ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ

"Seorang yang bersedekah lalu ia menyembunyikannya sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Tanda ikhlasnya seorang hamba

المخلِص الذي يَكْتُم حسناتِه كما يكتم سيئاتِه

" Orang yang Ikhlash adalah orang yang Menyembunyikan kebaikan-kebaikannya sebagaimana dia Menyembunyikan kejelekan-kejelakannya." (Kitab Al Kabair karya Imam Adz Dzahabi)

Sebaik-baik amalan
 Berkata Al Fudhail ibnul Iyadh:

خيرُ العمل أخْفاه، أمْنَعُه من الشيطان، وأبعدُه من الرِّياء

" Sebaik-baik amalan adalah yang paling tersembunyi karena amalan tersebut lebih mampu menangkal godaan syaithan dan lebih jauh dari riya." (Kitab Ikhlasun Niyyah karya Ibnu Abid Duniya 1/28)

 Keselamatan
Disebutkan oleh Ibnu 'Abdil Bar dalam kitabnya Al-Istidzkar

إخــفــاء الــعمــل نــجــاة 

"Menyembunyikan amalan adalah keselamatan" (Al-Istidzkar Liibni Abdil Barr 2/143)



http://mudahberfaedah.blogspot.com/2017/03/sembunyikan-amalanmu.html


Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar